Pentingnya SDM

Dibukanya pasar di berbagai sektor usaha, termasuk sektor usaha jasa, sebagai konsekwensi logis dari kesepakatan berbagai perjanjian perdagang-an di kawasan regional ASEAN ataupun Pacific, telah menyeret pelaku usaha nasional masuk dalam kancah persaingan usaha yang semakin ketat dan sengit di segala sektor.

Persaingan tidak hanya pada batas skala kemampuan permodalan, peralatan dan fasilitas kerja, peraturan yang mendasari, melainkan sudah merambah pula pada ketersediaan sumber daya manusia (man power) yang tidak hanya sekedar ada dan tahu bekerja.

Tuntutan untuk memiliki sumber daya manusia yang expert (ahli) di level middle manager ke atas dan memiliki keterampilan teknis di level pelaksana lapangan akan memberikan out put pelayanan yang lebih dari sekedar memadai (standard).

Begitu pelaku usaha asing masuk pada ranah domestik dengan berba-gai ragam cara, maka tak dapat dihindari lagi akan berguguranlah pelaku-pelaku usaha domestik yang tidak memiliki persiapan di bidang permodalan, peralatan penunjang kerja dan sumber daya manusia yang sesuai dengan kualifikasi kerja yang diminta.

Pelaku usaha asing tidak hanya menawarkan keunggulan permodalan dan hal-hal yang bersifat standar usaha, tapi lebih dari itu mereka sudah masuk pada tawaran jaringan kerja dalam skala global dengan memanfaat-kan teknologi informasi secara maksimal. Hasilnya adalah excellent service yang sangat dirasakan pengguna jasanya sekaligus memperkokoh brand image, bahwa perusahaan asing lebih baik kredibilitas usahanya.

Untuk memahami apa yang dimaksud dengan jaringan kerja skala global dengan memanfaatkan teknologi informasi sekaligus mengimplemen-tasikannya dalam tataran praksis, sangat membutuhkan sumber daya manusia yang handal. Yaitu SDM yang tidak hanya tahu komputer itu dapat menggantikan mesin ketik atau kerja forwarding/ekspedisi itu hanya dari pelabuhan ke gudang pemilik barang atau sebaliknya.

Sumber daya manusia yang memiliki kapabilitas seperti di atas, tidaklah cukup ilmu yang didapatnya berdasarkan pengalaman praktis semata. Karena usaha forwarding sudah bergerak menjadi sebuah industri jasa yang berskala global. Sehingga sumber daya manusia yang berkecimpung di usaha jasa forwarding harus memiliki pengetahuan berskala global pula guna menghadapi persaingan yang ketat.

Pendidikan dan pelatihan dalam arti luas, adalah dua kata yang akan selalu mengiringi langkah realisasi program kerja DPW GAFEKSI Jawa Timur disetiap tahunnya. Upaya proses pembelajaran bagi SDM bidang usaha jasa forwarding/ekspedisi tersebut sudah tertata sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan anggota GAFEKSI.

Artinya, GAFEKSI sudah memaksimalkan usahanya tanpa henti untuk menyiapkan SDM forwarding anggotanya. Sekarang tinggal anggota GAFEKSI dalam menyikapi kebutuhan SDM internal perusahaannya dalam menghadapi ketatnya persaingan. Apakah perusahaan anggota itu kemampuan SDM-nya sudah merasa lebih dari cukup? Semoga asumsi perusahaan anggota GAFEKSI tentang realitas SDM-nya tidak seperti katak dalam tempurung. –warta gafeksi 2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: