Bagaimana Ekspor Perbaikan / Reimpor Perbaikan

Barang Reimpor adalah :

  1. Barang ekspor yang harus diimpor kembali karena tidak laku, tidak memenuhi kontrak pembelian, tidak memenuhi ketentuan impor di negara tujuan ekspor

  2. Barang yang telah selesai diperbaiki, dikerjakan atau diuji di luar daerah pabean

  3. Barang yang telah selesai digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan di luar daerah pabean

  4. Barang yang telah selesai digunakan untuk keperluan pameran, pertunjukan atau perlombaan di luar

    daerah pabean.

– Pengeluaran barang reimpor dilakukan dengan menggunakan PIB, setelah dilakukan pemeriksaan pabean dan diberikan persetujuan pengeluaran barang oleh pejabat Bea dan Cukai.

a. Barang yang telah diekspor untuk keperluan perbaikan dapat diberikan pembebasan atau keringanan Bea Masuk. ( Yang dimaksud dengan ‘perbaikan’ adalah penanganan barang yang rusak, usang atau tua dengan mengembalikannya pada keadaan semula tanpa mengubah sifat hakikinya).

Pembebasan atau keringanan dalam hal ini hanya dapat diberikan terhadap barang dalam keadaan seperti pada waktu diekspor, sedangkan atas bagian yang diganti atau ditambah dan biaya perbaikan tetap dikenakan Bea Masuk.

b. Pembebasan Bea Masuk diberikan dengan ketentuan:

  1. Bahwa barang yang diimpor adalah seperti sewaktu diekspor.

  2. Barang yang diimpor dapat dibongkar di pelabuhan yang berbeda dengan pelabuhan tempat ekspor dilaksanakan. Untuk kepentingan pengawasan pada saat pelaksanaan ekspornya hal tersebut wajib diberitahukan.

c. Permohonan pembebasan Bea Masuk diajukan oleh pengusaha industri atau orang perseorangan diajukan kepada Kepala Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan dilampiri dokumen-dokumen sebagai berikut:

  1. Daftar identitas barang yang dilakukan perbaikan

  2. Dokumen Pelengkap Pabean.

  3. Hasil pemeriksaaan pada saat barang akan diekspor.

Untuk barang yang telah diekspor untuk perbaikan, pada waktu impor kembali, dikenakan bea masuk berdasarkan harga spare parts/bagian yang

diganti dan/atau biaya perbaikan/ pengerjaan /pengujian dan ongkos angkut (freight) ataspengangkutan barang tersebut dari luar negeri ke pelabuhan tujuan.

Tatacara Re-Impor

Ajukan Permohonan untuk mendapatkan pembebasan atau keringanan atas barang yang diimpor

kembali kepada Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai tempat impor kembali

dilaksanakan dengan melampirkan :

– Copy PEB yang telah ditandasahkan oleh Pejabat Hanggar tempat Ekspor atau Pejabat lainnya yang ditunjuk;

– Invoice, yang mencantumkan harga spare parts/bagian yang diganti dan/atau ongkos perbaikan

– Copy izin (skep) ekspor untuk diimpor kembali dari Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai tempat ekspor dilaksanakan.

Jadi :
– Sewaktu ekspor maupun impor, bapak mengajukan permohonan terlebeih dahulu ke kepala kantor ttg ekspor yang akan di impor kembali. dalam rangka perbaikan.
– Pembuatan PEB (untuk ekspor dan PIB (untuk impor) seperti biasa.

Semoga membantu…

Satu Tanggapan

  1. berkaitan dengan statement :

    – Copy izin (skep) ekspor untuk diimpor kembali dari Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai tempat ekspor dilaksanakan.

    bisa ditunjukkan ke kita tidak, penjelasan diatas merujuk pada satu ketentuan No. berapa ? karena setahu kita apa yang anda sampaikan tidak memiliki suatu dasaran hukum, sekedar menghimbau jika dugaan saya benar, stop dong buat Umat bingung….

    Penulis :
    Silahkan baca kep DJBC No.07/BC/2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan tatalaksana kepabenan di Bidang Impor.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: